Sungguh .. !
aku tdk tahu perasaan apa ini ..
sengaja aku beranikan diri mengatakannya .. JADZAB
salah atau benar aku tak perduli
karna aku tertarik karakter katanya yg megah
.......
suatu dorongan hasrat untuk menyeru
tapi tak tahu pada siapa harus menyeru
pada media mana akan aku titipkan seruan ini
itu semua aku tak tahu
aku tak memiliki masyarakat untuk menyampaikan seruan ini dgn mudah
........
dalam puisi
prosa liris
atau apa namanya lagi
aku tak tahu
........
Inilah gelora perasaan itu
yg aku coba dokumentasikan dalam catatan ini
........
sungguh aku hampir tak sanggup menahan geliat gairahnya
ledakannya terasa didada
aku mabuk
bahkan mungkin gila di buatnya
........
di sini aku merasakan persetubuhan yg fitri
kegilaan yg indah
perjamuan agung para pendamba .
berlanjut ..
1 sept 2009
Senin, 20 Juni 2011
PERTOBATAN
Memori berlarian bagai kanak kanak bertelanjang hati
dipermainkan gairah dan imaji
bagai kuda kuda liar di padang penggembalaan
Ada yg memilukan
Ada yg jenaka menggemaskan
Ada yg diam menunggu jawaban
Ada kesombongan yg memalukan untuk di kenang
Banyak lagi hal hal bodoh yg tak mampu aku menolak kehadirannya
Ah ... Memori kerap kali menyakitkan
Mihgrab di sudut rumahku
tempat aku berteduh
mengunci rapatrapat pintu qolbu
dari segala makhluk yg menghantu
Aku berwudlu
membasuh hatiku
membasuh tanganku
membasuh fikiranku
membasuh telingaku
membasuh langkahku :
Ya ALLAH lindungi hamba dari was was yg merusak
Dzikirku bagai perahu diombang ambing gairah angin samodra
Bagai bayi yg takut terlepas dari ibunya
Lalu aku merasa nyaman didalamnya
Gemuruh diluar hening di dalam
Mengalir di dalam
semburat keluar
Bagai lahar
menerjang sgl yg menghalang
Air mata mengalir bagai sungai
hangat terasa di pipi
pertobatan yg sempurna
Akupun merasa tentram dalam dekapan
Juned Topan
3 sept 2009
dipermainkan gairah dan imaji
bagai kuda kuda liar di padang penggembalaan
Ada yg memilukan
Ada yg jenaka menggemaskan
Ada yg diam menunggu jawaban
Ada kesombongan yg memalukan untuk di kenang
Banyak lagi hal hal bodoh yg tak mampu aku menolak kehadirannya
Ah ... Memori kerap kali menyakitkan
Mihgrab di sudut rumahku
tempat aku berteduh
mengunci rapatrapat pintu qolbu
dari segala makhluk yg menghantu
Aku berwudlu
membasuh hatiku
membasuh tanganku
membasuh fikiranku
membasuh telingaku
membasuh langkahku :
Ya ALLAH lindungi hamba dari was was yg merusak
Dzikirku bagai perahu diombang ambing gairah angin samodra
Bagai bayi yg takut terlepas dari ibunya
Lalu aku merasa nyaman didalamnya
Gemuruh diluar hening di dalam
Mengalir di dalam
semburat keluar
Bagai lahar
menerjang sgl yg menghalang
Air mata mengalir bagai sungai
hangat terasa di pipi
pertobatan yg sempurna
Akupun merasa tentram dalam dekapan
Juned Topan
3 sept 2009
Langganan:
Postingan (Atom)