Tampilkan postingan dengan label PUISIKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISIKU. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2011

MARHABAN YAA RAMADHAN

KENALILAH KEINGINAN SEJATIMU


Seringkali kita terjebak dorongan kehendak selera diri rendah

yang kerap muncul dipermukaan

Iblis memanfaatkannya sebagai sarana untuk menggelincirkan setiap anak cucu adam

Takhlukkan .. !

sebelum engkau di kuasainya

Bila perlu bunuh,dan hidupkan kembali sebagai prajurit setiamu

Lalu engkaupun akan mengenal keinginan sejatimu

yang letaknya di lapisan paling jauh

Ajaklah menari

Jangan kau lawan gerakannya



Juned Topan 19 jan 2009 pk 8:23



MEMERDEKAKAN DIRI SEJATI


Puasakan hati dari riya' ujub dan dengki

Puasakan fikiran dari logika yg nisbi

Puasakan angan dari abstraksi imagi

Puasakan mata dari pesona duniawi

Puasakan mulut dari keluh kesah dan perkataan keji

Arahkan telinga pada suara hati

Arahkan langkah pada tempat terpuji

Khususkan sembah hanya bagi rob maha suci

Insya'Allah tersingkap segala yg tersembunyi



Juned Topan 25 agst 2009 jam 13:29

Senin, 20 Juni 2011

JADZAB

Sungguh .. !
aku tdk tahu perasaan apa ini ..
sengaja aku beranikan diri mengatakannya .. JADZAB
salah atau benar aku tak perduli
karna aku tertarik karakter katanya yg megah
.......
suatu dorongan hasrat untuk menyeru
tapi tak tahu pada siapa harus menyeru
pada media mana akan aku titipkan seruan ini
itu semua aku tak tahu
aku tak memiliki masyarakat untuk menyampaikan seruan ini dgn mudah
........
dalam puisi
prosa liris
atau apa namanya lagi
aku tak tahu
........
Inilah gelora perasaan itu
yg aku coba dokumentasikan dalam catatan ini
........
sungguh aku hampir tak sanggup menahan geliat gairahnya
ledakannya terasa didada
aku mabuk
bahkan mungkin gila di buatnya
........
di sini aku merasakan persetubuhan yg fitri
kegilaan yg indah
perjamuan agung para pendamba .

berlanjut ..

1 sept 2009

PERTOBATAN

Memori berlarian bagai kanak kanak bertelanjang hati
dipermainkan gairah dan imaji
bagai kuda kuda liar di padang penggembalaan

Ada yg memilukan
Ada yg jenaka menggemaskan
Ada yg diam menunggu jawaban

Ada kesombongan yg memalukan untuk di kenang
Banyak lagi hal hal bodoh yg tak mampu aku menolak kehadirannya
Ah ... Memori kerap kali menyakitkan

Mihgrab di sudut rumahku
tempat aku berteduh
mengunci rapatrapat pintu qolbu
dari segala makhluk yg menghantu

Aku berwudlu
membasuh hatiku
membasuh tanganku
membasuh fikiranku
membasuh telingaku
membasuh langkahku :
Ya ALLAH lindungi hamba dari was was yg merusak

Dzikirku bagai perahu diombang ambing gairah angin samodra
Bagai bayi yg takut terlepas dari ibunya
Lalu aku merasa nyaman didalamnya
Gemuruh diluar hening di dalam
Mengalir di dalam
semburat keluar
Bagai lahar
menerjang sgl yg menghalang
Air mata mengalir bagai sungai
hangat terasa di pipi
pertobatan yg sempurna
Akupun merasa tentram dalam dekapan


Juned Topan
3 sept 2009

Senin, 13 Juni 2011

TAKDIR BUMI DAN MANUSIA

Haruskah aku menghindar dari beban yg sudah terlanjur di pundak,agar lenggang berjalan,lalu khusyuk bermunajah,berasyik mesra dengan sang pemilik jiwa,tanpa perduli lagi jerit tangis sesama ?..

Tidak .. !
Biarkan aku melata menjelajahi pekat jagat ini
Melewati pertengkaran demi pertengkaran
Menghirup udara beraroma anyir darah
Mengikuti alunan irama suka duka

Tak kan kututup telinga dari nyanyian dusta para penghujat agama,yang mempertuhankan akal fikiran semata

Biar.. !
Biarkan lewat saja
Aku tak mau terpenjara rasa bersalah nantinya
Ketika Tuhanku berteriak :
Dimana kamu
Ketika aku lapar,menggigil dan kedinginan di lorong lorong sempit jalanan kota
Dimana saja kamu
Ketika aku di ruang pengadilan yg di kuasai hakim hakim palsu,
tak terbela,
tersiksa dan teraniaya

Biar .. !
Biar aku saksikan sendiri hitam putihnya perjalanan sejarah peradaban ini

Biar .. !
Biar aku lupakan saja apa itu surga dan apa itu neraka

Biar .. !
Biar saja aku tuntaskan sisa waktu yg masih kupunya

Karna yg aku mengerti,
sengketa dan pertumpahan darah ini,
tidak akan pernah berakhir,
sampai waktu yg telah di tetapkan

Semua ini merupakan takdir bumi dan manusia

JT
14012010

Selasa, 07 Juni 2011

BALADA SANG PEMBUAT PERAHU

Saat Nuh membuat perahu,masyarakatnya mencibir,mereka menganggap Nuh mengalami ganguan jiwa,maka jadilah ia obyek sendau gurau yg menyedihkan

Tak ada logika yg mendukung,
tak pula simpati meringankan
Tak ada sungai,
tak pula laut
Tak ada media yg memungkinkan karya tersebut bisa di operasikan .

Nuh tidak kehilangan kesabaran
Nuh tidak kehilangan keteguhan
Nuh tidak kehilangan konsistensi dalam melaksanakan amanah suci
gairah murni yg menggelegak di relung relung jiwanya
gairah murni dari sebuah hati yg telah tersucikan ;

" Kemarahanku adalah kemarahan Allah
Kesabaranku adalah kesabaran Allah
Rintihanku adalah rintihan Allah
Kasih sayangku adalah kasih sayang Allah

Akulah sang nabi
membawa beban sunyi dari langit berlapis pasti
tinggi sekali
Kabar gembira & kabar sedih aku sampaikan
Beruntunglah kalian yg mendengar & melaksanakannya

Dengarkan seruanku
sebelum azab itu datang menimpamu
di saat engkau lelap dalam nikmat tidurmu
Aku tdk minta upah untuk pekerjaanku itu ".

ALLAH telah mengunci rapat rapat telinga & hati mereka,
sehingga buta & tuli jiwanya,
disebabkan dengki & kesombongan yg purba

Datanglah janji Allah
Patahlah logika yg mereka berhalakan
Hujan mengguyur 40 hari lamanya
tiada henti
banjirlah yg terjadi
tenggelamlah negri yg pernah di rahmati

Kan"an putra Nuh sang nabi,durhaka pada hati nurani
terpedaya logikanya sendiri :

" Turunlah wahai anakku ..,ikutlah bersamaku.. !,sebentar lagi bukit itu akan tenggelam,selamatkan dirimu bersama mereka yg telah diselamatkan "
" Tidak ayah.. !,Kan'an akan trs berlari ketempat yg lebih tinggi lagi,tdk mungkin air itu dpt membahayakanku ,percayalah ayah ! "

Nuh sang nabi bersedih
anak terkasih tak turut serta dalam perahu
memilih bersama keyakinannya sendiri
memilih liar bersama fikirannya sendiri

Suara megah dari langit langit jiwanya
meredakan duka lara ;
" Jangan bersedih wahai hambaku yg soleh
dia memang anakmu,tetapi bukan dari golonganmu
Bersama berpasang pasang hewan dan tumbuhan,juga orang orang orang yg telah diselamatkan,
perahu Nuh sang nabi terapung di atas negri yg tenggelam

Sampailah air pada tempat yang paling tinggi
peradabanpun terhenti
dan akhirnya mati

Selamatlah Nuh sang nabi bersama mereka yg mendengar dan
mematuhi
hingga akhirnya terdampar di sebuah negri asing yg telah berpenghuni

Sejarah kemanusiaanpun terukir ulang kembali
Kaum Syu'aib menguasai pasar dunia
Kaum Musa mengangkangi demokrasi liar bangsa bangsa
SODOM and GOMORA.. !
Kaum luth berteriak lantang menuntut hak dan kebebasannya

Sejarah terukir ulang kembali
tak perlu disesali
Musibah dan anugrah tipis batasannya
Para pengkhabar selalu di uji dgn para pendengki yg gigih memusuhi,
demi terjaganya otoritas wilayah kehendak selerah diri rendah,
yg cenderung berkhianat pada hati nurani

Beruntunglah mereka yg sempat menyadari dan mendengar suara langit langit jiwanya,
lalu dengan sigap menangkap dan mengurungnya dalam sangkar hati

Menyesallah mereka yg telah lalai,
dan membiarkannya terbang pergi .





Salam !



Juned Topan1 sept 2009
menjelang sahur saat bercengkrama dgn mantan pacar alias istriku .


(ini hanya sebuah esensi sejarah dari alqur'an yg saya coba fahami dan mengadaptasi dalam kapasitas saya sbg hamba ALLAH,tolong dimaklumi ketidak pantasannya sbg karya akademis maupun karya seni,Allah maha mengetahui sesamar apapun niat ).
salam .. PARA PERINDU

Senin, 06 Juni 2011

KEMBALI PADA POROS


Jika yang mulia imam Hambali yang mulia imam Hanafi yang mulia imam Maliki yang mulia imam Syafii menjadi rujukan fatwa para ulama,lalu siapakah tauladan amaliah yang wajib di ikuti ?
Rosul.. ya rosul

Rosul adalah manusia terpilih,mustahil bengkok jalannya
Seharusnya kita tidak terus menerus mempertentangkan kalimat tersurat dalam satu kitab yg sama
Kalimat tersurat dari satu riwayat yg sama
Hingga melupakan keberadaan hati yg rentan terhadap jebakan riya' ujub dan dengki

Jangan pernah bayangkan dunia sentosa abadi
Kampung akheratlah mutlak abadi

Kejayaan hanyalah piala bergilir
Si patuh maupun si kafir berhak atas giliran

Ketika dunia ditangan orang orang durhaka
Bumi kemudian menjadi gegap gempita
Iblis menari
Dunia menampakkan taringnya :

" Ayo.. siapa lagi budakku
Puaskan bergembira didalam kefanaanku
Akan aku bawa ketempat yg di maui setiap dirimu
Jgn dengarkan hati nurani
Nanti terbelenggu daya hidupmu
Lalu luruh pesonamu
Akan bangkrut perniagaanmu
Seluruh pengikutmupun menjauh
Maka lenyaplah puja puji itu bagai buih
Usahamu akan nampak seperti orang merangkai istana pasir
Kemudian laut pasang,ombakpun menyapu bersih karya ciptamu
Luluh lantaklah istana kebanggaanmu
Engkaupun meratap,menyesali kehilangan
Engkaupun telah gagal menjadi manusia agung,penguasa kegelapan,puncak pencapaian para pemujaku
Teruslah bersamaku
Neraka hanyalah dongeng manusia
Sesungguhnya akulah surga itu
Sekutuku adalah makhluk yang terusir
Menyimpan dendam berakar dengki
Pesonaku adalah fatamorgana
Yang membuatmu tak menyadari tipu daya ".

Di sudut sudut taman keteduhan
Para pendamba bercengkrama
Sambil menyapa dunia :
" Wahai dunia
Engkau hanyalah mahluk
Sarana perjamuan sejenak bagi kami para pengembara
Hasrat semata tertuju hanya pada arasynya ".



(mhn ma'af , dgn segala keterbatasan ilmu dan refrensi keislaman,saya mencoba memberanikan diri,dengan keyakinan bahwa allah maha mengetahui sesamar apapun niat).



Juned Topan 18 nov 2008

Sabtu, 12 Maret 2011

Ketika bumi menggeliat

Sejenak saja bumi menggeliat
samodra tertumpah
kota kota luluh Lantak
orang orang berhamburan mencari selamat

Sesa'at saja planet planet bersinggungan
bisa kau bayangkan
apa yg terjadi

langit kokoh tanpa tiang pancang
bumi berlapis ozon tebal
terlindunglah seluruh makhluk di muka bumi

Sempatkah kita berfikir
siapa di balik semua ini
mungkinkah alam mencipta dan bergerak dengan hukumnya sendiri

Juned Topan 12maret2011

Kamis, 03 Februari 2011

TARIAN JIWA

Di rentang waktu
aku menggeliat
Bebunyian di dadaku berdesakan membentuk harmoni
Aku menari dalam galau jiwaku
Melepas satu persatu penyebab gelisah
Hingga kosong dari segala

Juned Topan
2feb2011

Kamis, 27 Januari 2011

MIMPI DI DALAM MIMPI

Waktu mengalir tiada tercegah;
Angan memuai kau biarkan saja;
Iblis menyeringai di selah selahnya

Hati hati dengan mimpi;
Peradaban di bangun atas mimpi;
Mimpi di dalam mimpi

Begitulah hakekat kehidupan dunia;
Ketika kematian datang,engkau akan menatap nyata,
segala apa yang selama ini disangkal oleh logika

Beruntunglah yang sanggup menahkodai diri,
dalam pelayaran mengarungi prahara demi prahara


Juned Topan 25 jan 2011

Kamis, 13 Januari 2011

MURID YG TERTOLAK

Pernah suatu kali kita berpapasan di jalan,
tak saling menyapa
Sekilas nampak keangkuhan di matamu ;
Akupun membalasnya dgn keangkuhan yg sebenarnya kamuflase dari perasaan rendah diri

Sampai kini aku belum punya keberanian untuk menyapamu,
apalagi berbincang

Sesekali aku mencuri dengar ujar ujarmu di kala subuh di hadapan para muridmu ;
Cerita tentangmu membuat aku bergairah mendengarnya

Puisi puisimu telah habis kulumat hingga terurai dalam aliran darahku
Beginilah jadinya aku
Selalu gelisah dalam kontradiksi
Menggerayangi alam idea
terjebak kenyataan hidup kala terjaga

Dgn berdzikir aku coba tenangkan jiwa
Dgn menulis tumpahlah segala rasa yg berdesakan di dada:

Aku akan terus menulis
tak perduli sastra atau bukan
Aku .. akan ..terus menulis
tak perduli puisi atau bukan
Aku tak butuh pengakuan
aku hanya butuh pelepasan

Mencoba jujur terhadap diri sendiri
Mencoba jujur terhadap sesama makhluk
Mencoba jujur terhadap Tuhan pencipta
Aku yakin
semesta jagat raya akan mendengar suaraku
walau yg tak terucap sekalipun


Juned Topan
20 jul 2009

JANGAN BERSEDIH

Jangan bersedih anak ku
Biarkan mereka semakin kaya,
sementara kita tetap tinggal dlm kesederhanaan

Jangan bersedih

Biarkan mereka semakin terhormat,
sementara kita tetap dalam kerendah hatian
Biarkan mereka gemerlap bagai bintang,
sementara kita bertahan dalam cahaya iman,
dan selalu dalam iringan salam kepada para nabi

Tersenyumlah
Jangan bebani langkah ayah dengan keluh kesah dan rengekan,
nanti ayah lemah,akhirnya menyerah putus asa

Ayah hanya meneruskan pekerjaan para nabi
Pekerjaan para wali
Pekerjaan orang orang yang telah di sucikan hatinya
Yang telah tercerabut akar kedengkiannya
Yang telah terlunakkan kesombongannya;
Pekerjaan orang orang yg terpanggil dan terpilih
Pekerjaan orang orang yg mendamba cintaNYA

Terlalu lama ayah tergoda dosa,
di sebabkan ketololan di masa lalu,
dan keangkuhan yg purba

Kini kita harus hijrah
Dari tabiat binatang menuju tabiat para malaikat
Kita di ciptakan lebih mulia
Buktinya mereka dulu pernah diperintah bersujud
Hanya iblis pendengki saja yg tetap sombongkan dirinya;

Itupun jika kita cerdas dalam mengelola daya hidup,
jika tidak,
bisa jatuh lebih hina dari binatang

Biasakan diri selalu menerima kehilangan,
dan mensyukuri sekecil apapun nikmat

Biarkan ayah pergi
Kutinggalkan perbekalan secukupnya untk hari ini
Esok,terserah nanti
Ayah hanya mengambil secukupnya hak kita atas dunia
Sekedar sarana untk mengantar kita kepada jalan cahaya

Dan ingat :
Jangan sombong
Jangan banggakan logika
Nanti tersesat,
terjebak fatamorgana
Hanya mereka yg menyukai cahaya,
yg akan selamat karna terbimbing hatinya

Jangan bangga dgn apa yg telah engkau raih
Jangan sesalkan yg lepas dari genggaman
Nrimo ing pandum sepi ing pamrih
duka yg singgah sambut dgn senyuman
kegembiraan yg datang waspadai sbg musuh yg menggelincirkan ;

Jangan mencari pengakuan dari manusia
pujian terkadang racun yg tersaji di gelas anggur ;
Allah hanya melihat kwalitas niat
bukan pencapaian .

Juned Topan
1 sept 2009

KETIKA KEKUASAAN TANPA KENDALI HATI

Tak kubiarkan seekor katak merasa terancam kehadirannya di dalam rumahku
Tikus tikus berkeliaran tanpa aku merasa terganggu
Nyamuk nyamuk di musim panas kadang sedikit mengesalkan

Pernah aku terkejut dan menjerit tatkala memergoki istriku yg kurang sabar mengusir kucing yg tengah bunting di lemari pakaian
Sungguh
aku menjerit
semoga tidak melukai

Aku membayangkan seandainya istriku yg terusir dari rumah bersalin
karna tak sanggup membayar ongkos perawatan
apakah sanggup aku melihatnya
Begitu mengerikannya kekuasaan tanpa kendali hati
yg kuat menindas yg lemah
lalu lahirlah hukum yg di semangati nafsu
penindasanpun selalu bertopeng keadilan

Juned Topan
9 sept 2009

PUISI PERAWAN

Kuterbangkan puisiku
Terserah angin membawanya kemana
Aku berharap ada yg menangkapnya

Jika kebetulan ia melintas kearahmu,sapalah
jgn kau acuhkan
Kau akan suka dgn gairahnya yang perawan
jika dunia sementara waktu kau abaikan

Sungguh,ia bukan aku
ia bukan fikiran fikiranku
Aku hanya media
tubuh ruhani
yg berumah di badan kasar ini

Sungguh
aku hanya memetiknya dari langit langit jiwa
yg sering berdesakan mempertontonkan pesonanya
dan suaranya menentramkan

Hampiri ia
Ajaklah bercengkrama
Barangkali saja ia sahabat
yg menyenangkan untuk kau ajak bicara .

Juned Topan
15 Sept 2009

Rabu, 12 Januari 2011

TAKDIR BUMI MANUSIA

Haruskah menghindar dari beban yg terlanjur di pundak
agar lenggang berjalan
lalu khusyuk bermunajah
berasyik mesra dgn sang pemilik jiwa
tanpa perduli lagi jerit tangis sesama

Tidak .. !

Biarkan aku melata menjelajahi jagat pekat ini
melewati pertengkaran demi pertengkaran
menghirup udara beraroma anyir darah
mengikuti alunan irama suka duka
tak kan kututup telinga dari nyanyian dusta para penghujat agama

Biar.. !

Biarkan lewat saja
Aku tak mau terpenjara rasa bersalah nantinya
Ketika Tuhanku berteriak :
Dimana kamu ketika aku lapar dan menggigil kedinginan di lorong lorong sempit jalanan kota
Dimana saja kamu ketika aku di ruang pengadilan yg di kuasai hakim hakim palsu
tak terbela
tersiksa dan teraniaya

Biar .. !

Biar aku saksikan sendiri hitam putihnya perjalanan sejarah peradaban ini
Biar .. !
Biar aku lupakan saja apa itu surga dan apa itu neraka
Biar .. !
Biar saja aku tuntaskan sisa waktu yg masih kupunya
Karna yg aku mengerti
sengketa dan pertumpahan darah ini
tidak akan pernah berakhir
sampai waktu yg telah di tetapkan
Karna
ini semua adalah takdir bumi dan manusia

Juned Topan
14012010

MENUNGGU

Hamba merasa hina dihadapanmu ya rob
Sangsi
Apakah malam mulia yg ENGKAU janjikan itu msh pantas hamba pinta
Hambapun ragu
Apakah puasa hamba selama ini ENGKAU ridho atau tak berarti apa apa
Dalam kehinaan ini hamba tetap berharap
agar kiranya hamba sanggup mengarungi gairahnya
menjelajahi rahasianya
dan hamba rela akan dibawanya kemana

Ampuni hamba ya rob
dari Do'a yg tak ku fahami maknanya
Amin .. ya ALLAH ya robbal alamin !

Juned Topan 17 sept 2009

JADZAB

Sungguh
aku tdk tahu perasaan apa ini
Tapi aku sengaja berani mengatakan ini JADZAB
Entah salah atau benar aku tak perduli
Aku hanya tertarik karakter katanya yg megah
Suatu dorongan hasrat untuk menyeru
tapi tak tahu pada siapa aku akan menyeru
pada media mana aku titipkan seruan ini
itu semua aku tak tahu
dan aku tak memiliki masyarakat untuk menyampaikan seruanku

Dalam puisi
prosa liris atau apa namanya lagi
aku tak tahu

Tapi inilah gelora perasaan itu
Aku dokumentasikan dalam catatan ini

Sungguh aku hampir tak sanggup menahan gairahnya
Ledakannya terasa didada
Aku mabuk
bahkan mungkin gila di buatnya
Aku merasakan persetubuhan yg fitri
Kegilaan yg mulia
Perjamuan agung para pengabdi .

1 sept 2009

DALAM MABUK

Mabuk ini semakin menakutkan
meliar mengganas membakar kesunyianku
Gairahnya bergelora
Agung
Mengesankan
Tak tertampung dalam puisi

Aku harus menghentikan sejenak
Terlihat istriku mulai kurang sabar dgn kesulitan
Anak anakku dgn jenakanya menyodorkan tagihan sekolahnya yg membengkak
Aku harus turun sejenak
menyapa bumi mengambil sedikit apa yg menjadi hakku dan hak mereka atas dunia
sekedar perbekalan
dalam perjalanan panjang melelahkan
untk kemudian kembali pada sepi
menyetubuhi sunyi
menari dalam ritual rindu sembah yang suci :
Senandungku adalah ke jujuran
tak bermuatan kehendak diri
Tarianku adalah pembebasan burung burung putih
bebas pergi dan berdiam di setiap sangkar hati

Juned Topan
25sept2011

Rabu, 29 Desember 2010

~SEMBAHYANG_SUNYI~

Tak kusesalkan kegagalanku dalam menjelajahi ilmu di belantara manusia
Kini berganti puas walau sejenak bersua dgn MU ya rob
Dalam hening bening sunyi aku nikmati persetubuhan fitri
Aku mabuk
bahkan hampir gila memikirkaMu
ENGKAUlah puncak pengetahuan
ENGKAUlah yg membolak balikkan hati

Bukan .. !
bukan aku yg menulis
tapi Engkau yg tlah menggerakkan dan meniupkan gairah didadaku

"Bukan kamu yg memanah dada musuhmu hingga roboh bersimbah dara
tapi DIA yg telah menggerakkan prajurit setianya untuk menolongmu"

(salah satu firman Allah yg saya adaptasi dalam puisi , semoga tdk terjadi fitna dalam hal ini .. amin !.)

Bogor 10 Agst 2009